Honda City yang berfungsi "BBM-BBG" sedang menjadi bahan ujian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Indonesia setelah disumbangkan oleh Honda Prospect Motor. Kehadirannya menjawab salah satu persoalan yang kini dinilai masih berkembang di kalangan awam bahwa mobil BBG rentan meledak.

Persoalan ini diatasi dengan keberadaan sensor-sensor di tabung BBG sedan yang sudah dipasarkan di Thailand tersebut. Keberadaan sensor bisa menghentikan proses kerja andaikata kesalahan terdeteksi.

"Kita pun sudah lengkapi tangki dengan perlengkapan keamanan yang banyak. Artinya ketika terjadi tekanan yang berlebihan, sensor-sensor akan memerintahkan agar suplai CNG diberhentikan sementara," ujar Muhammad Zuhdi, Technical Training Assistant Manager PT Honda Prospect Motor (HPM).

Tak hanya itu, sedan ini pun sudah dipasang ECU. Keberadaannya pun menjadi semacam "penjaga" terhadap tekanan pada tangki BBG yang mencapai 200 bar.

"ECU berfungsi mengatur suplai CNG sesuai dengan kondisi kerja mesin. Artinya, Sementara itu, regulator fungsinya menurunkan tekanan dari tangki CNG tersebut karena pada saat CNG berada di tangki tersebut, tekanannya itu kira-kira 200 bar. Itu perlu diturunkan untuk bisa dikompres dalam ruang bakar," ujarnya.

Selain ECU, Honda City tersebut juga dipasangi preassure regulator, CNG injektor, tangki, serta switch pemindah dari BBM ke CNG.